Jim Geovedi Menanggapi Isu Perang Cyber Indonesia vs Australia

Tanggapan Jim Geovedi pada isu perang siber / cyber war indonesia vs australia
Jim Geovedi
Akhirnya Jim Geovedi angkat bicara tentang isu yang sedang hangat saat ini yaitu Perang Cyber antara Indonesia vs Australia yang menjadi headline pada beberapa media baik cetak , televisi, maupun media online di Internet.

Adapun tujuan saya ikut-ikutan latah mengangkat tema ini agar sobat semua bisa memahami permasalahan yang terjadi hingga mengakibatkan terjadinya perang dingin antara RI - Australia. Keputusan Jim Geovedi yang merupakan pakar keamanan teknologi informasi indonesia ini memberikan tanggapan bisa sobat baca dibawah ini yang saya kutip dari komentarnya dalam tanya jawab (diskusi) dengan para pengunjung pada akun github.com :


Mengapa akhirnya gue bersikap dan menurunkan tulisan ini? karena gue sudah merasa tidak nyaman lagi dengan banyaknya mentions di twitter, surel yang masuk, bahkan sms yang gue terima. i don't like people telling me what to do.

Berikut juga penjelasan yang diberikan oleh Jim Geovedi mengenai apa itu Perang Cyber (Cyber War) :

""Apa saja aktivitas dalam sebuah perang siber (cyberwar)? Jika mengikuti teori Carl von Clausewitz tentang perang dan disesuaikan dengan konteks siber dan antar negara, maka ada beberapa hal yang seharusnya terjadi dalam sebuah perang siber / cyber war:
  • Akan terjadi serangan yang memakan korban, dalam hal ini adalah serangan terhadap sistem komputer yang sangat berbahaya dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Jika hanya menimbulkan kerugian material, sebuah aksi ekonomi pun bisa menimbulkan kerugian dalam jumlah besar, oleh karena itu kerugian material belum bisa menjadi indikasi terjadinya sebuah perang siber.
  • Sebuah aksi perang siber harus bersifat instrumental (punya tujuan). Dalam konfrontasi militer, satu pihak akan memaksakan pihak yang berseberangan untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan.
  • Perang siber harus bersifat politik. Deklarasi perang adalah mutlak hak istimewa pemimpin negara dan bukan hak anak-anak yang bahkan belum punya hak pilih dalam pemilihan umum di negaranya walaupun mereka meyakini aksi mereka adalah untuk kepentingan negara dan bangsa.
Sampai hari ini, belum satupun serangan siber yang memenuhi persyaratan tersebut. Tidak satu pun. Belum ada seorang manusia yang menjadi korban seketika sebagai akibat serangan siber. Belum ada satu negara pun yang menyatakan perang siber secara resmi. Bahkan belum ada para pelaku penyerangan siber (yang disponsori oleh negara) ke negara lain secara terang-terangan mengakui aksinya.""

Nah, bagi sobat yang ingin mengetahui lebih jelas dan lengkap bisa langsung membaca pada tulisan yang dibuat oleh Jim Geovedi pada link ini » https://gist.github.com/geovedi/e97f900e56dcb661394a . Jangan lupa baca dengan seksama serta pahami dengan benar tanggapan Jim Geovedi mengenai isu terhangat saat ini tentang perang cyber Indonesia vs Australia agar sobat bisa menyikapi dengan baik situasi yang terus berkembang saat ini.

Bio Singkat Jim Geovedi

Pria dengan nama Jim Geovedi ini terlahir pada 28 Juni 1979 merupakan pakar keamanan teknologi informasi yang berfokus pada penemuan celah keamanan komputer dan jaringan dengan kekhususan sistem telekomunikasi dan satelit.

Ia di juluki oleh BBC News sebagai seorang sosok yang tidak mirip seperti penjahat Bond. Setelah lulus SMA pada tahun 1998-1999, sebelum seorang pendeta mengenalkan Jim Geovedi dengan komputer dan internet ia menjalani kehidupan jalanan yang keras di Bandar Lampung. Geovedi belajar secara otodidak dan mulai menelusuri ruang obrolan para peretas ternama dunia.. Untuk lengkapnya sobat bisa baca kelanjutannya di : Sumber